This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 Mei 2016

Islamic worldview


KONSEP ILMU[1]
           
Ilmu merupakan pengetahuan terkait sesuatu yang akan mengantarkan kita pada kebenaran. Setiap pengetahuan adalah ilmu bagi pemiliknya, dimana ilmu terasa oleh diri. Namun, kemudian dunia barat memahami sesuatu yang disebut ilmu harus terlebih dahulu ditentukan kebenarannya melalui pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah ini menggunakan metode pendekatan positivistik, yaitu sesuatu dianggap ilmu saat semuanya mengakui kebenarannya. Contohnya adalah gula itu manis, atau garam itu asin. Pernyataan tersebut diakui semua orang, sehingga dapat disebut ilmu.

Catatan kecil untuk para pemuda.

Menikahlah, jika tak mampu shaumlah!

Bagi seorang insan yang telah mampu secara fisik, ruhani, maupun Ilmu untuk menikah, maka menikahlah. Menikah menjadi solusi pertama bagi seorang insan yang mencintai, dan telah mampu untuk menikah. Maka cintanya pada seorang insan akan dibalut dalam bingkai yang halal, menjalaninya menjadi ibadah dan amal shalih.
Namun, jika kemudian kita belum mampu untuk menikah, maka shaumlah. Shaum menjadi solusi kedua, bagi para pemuda yang belum mampu untuk menikah. Hakikat shaum bukan hanya menahan diri dari lapar dan dahaga, tapi ia lebih baik untuk menundukan nafsu dan pandangan. Maka bagi yang belum mampu untuk menikah, perbanyaklah shaum, agar shaum itu menjagamu dari nafsu syaithan.

Pendidikan Adab; Solusi dekadensi moral.

Pendidikan pada hakikatnya bukan sekedar proses transfer ataupun sharing ilmu, tetapi pendidikan adalah proses mendidik dan menanamkan nilai-nilai etika dalam kehidupan. Jika melihat 'ulama-'ulama salaf, mereka terlebih dahulu mempelajari adab, baru kemudian berproses mencari Ilmu. Hal ini menandakan pentingnya adab atau akhlaq dalam kehidupan, bukan hanya sekedar berilmu. Maka pendidikan sejatinya bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara kognitif, tetapi juga harus mampu mencetak generasi yang cerdas secara emosional dan spiritual. Al-'adab qoblal 'ilm. Manusia pintar tanpa akhlaq yang baik hanya akan membuahkan sikap sombong dan angkuh, tak jarang ilmunya malah semakin menjauhkannya dari Rabb semesta Alam.

Rabu, 27 April 2016

ISTIQOMAH; NAFAS PERJUANGAN



عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيْلَ عَمْرَةَ، سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِاللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَارَسُوْلُ اللهِ، قُلْ لِي فِي الإِسْلَامِ قَوْلًا لَاأَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، قَالَ: (قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ) رواه مسلم
Dari Abu ‘Amr (atau Abu ‘Amrah), dari Sufyan bin ‘Abdillah r.a. ia berkata: “aku pernah berkata: Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu. Bersabdalah Rasulullah saw: katakanlah; ‘Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah kamu’”. (H.R. Muslim)

Kamis, 10 Maret 2016

Benarkah LGBT "Given"?


Rasa cinta, rasa suka, rasa sayang merupakan fitrah manusia. Manusia pada hakikatnya akan mencintai dan ingin dicintai, tidak akan ada satu pun manusia yang dapat terlepas dari fitrahnya tersebut. Begitu pula saat kita mencintai ibu, mencintai ayah, mencintai saudara, mencintai sahabat, kesemuanya merupakan fitrah manusia.

PENGANTAR ISLAMIC WORLDVIEW

       
Perang pemikiran atau ghazul fikri hari ini merupakan tantangan terbesar umat islam. Tantangan pemikiran kontemporer adalah perang nyata di hadapan umat muslim, bukan hanya perang secara fisik dengan senjata di tangan.

Jumat, 04 Maret 2016

Hendak kemana pesantren berlayar dan berlabuh?

Di masa penjajahan, peran penting para ulama dan kyai merupakan pelopor serta ujung tombak perjuangan bangsa. Betapa tidak, mereka yang terlahir dan terdidik dengan Iman juga Taqwa, dibarengi dengan hikmah dan teladan Qur'an Sunnah yang didapatkan dalam pendidikan pesantren berkobar semangat jihadnya.